May 26, 2024

Kisah Singgih Sahara, Komika Semarang yang Selewengkan Uang Donasi untuk Ibunya yang Sakit

Satu Komika asal Semarang mengakui menyelewengkan donasi untuk ibunya yang sedang sakit

Uang Ratusan Juta Rupiah Dipakai untuk Keperluan Pribadi

SEMARANG (koransemarang.com) – Satu komika asal Semarang, Singgih Sahara, diduga menyelewengkan uang donasi untuk ibunya. Singgih mengakui saat dikonfirmasi oleh perwakilan donatur asal Jakarta, beberapa waktu lalu.

Singgih Sahara menjelaskan soal itu saat dikonfirmasi di Semarang oleh Zulfikar Akbar perwakilan dari para donatur, di Semarang pada Rabu (20/3/24) lalu. “Ada yang buat nutup utang. Buat hidup, nutup kontrakan, sempat pindah dari Genuk. (Biaya kontrakan) Rp 850 ribu per bulan,” kata Singgih dalam video mediasi yang beredar di medsos itu.

Singgih juga mengakui bahwa uang domasi ratusan juta rupiah itu justru digunakan untuk keperluan lain, seperti membeli iPhone hingga PlayStation.

Perwakilan netizen yang pernah memberikan donasi, Zulfikar Akbar lantas meminta penjelasan Singgih. Dia datang dari Jakarta ke Semarang menemui singgih dan difasilitasi mediasi oleh Kelurahan Karanganyar Gunung. Di dunia Medsos kasus ini sempat menjadi trending.

Kronologi Kasusnya

Zulfikar menuturkan, semula Singgih menghubungi beberapa orang melalui direct message untuk meminta donasi. Dia mengatakan donasi itu untuk membantu biaya ibunya yang sakit gagal ginjal dan harus cuci darah serta anaknya yang disebut mengalami speech delay.

Bahkan, menurut Zulfikar, Singgih juga membuat permohonan donasi lewat salah satu situs berplatform fundraising.

Tapi, Zulfikar menambahkan, kejanggalan terjadi karena Singgih yang telah menerima donasi masih terus mengirim direct message ke sejumlah orang untuk meminta donasi. “Sebagian donatur kemudian mewakilkan ke saya untuk melakukan klarifikasi,” jelasnya.

Dalam mediasi tersebut Singgih mengakui bahwa sebagian uang itu ternyata digunakan untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Hanya sebagian yang benar-benar digunakan untuk kepentingan ibunya.

Diperkirakan, tutur Zulfikar, Singgih berhasil mengumpulkan uang hingga Rp 250 juta dari donasi itu. Dari jumlah tersebut hanya Rp 50 juta yang digunakan untuk kepentingan ibunya.”Ditotal Rp 50 juta,” kata Singgih.

Singgih Minta Maaf

Meski demikian dia berjanji akan bertanggung jawab kepada para donatur. Dia juga menyatakan permintaan maafnya. “Untuk yang dirugikan, saya mohon maaf, siap bertanggung jawab, kok,” katanya.

Meski menyatakan siap bertanggung jawab, Singgih mengaku kini hanya tinggal memiliki tabungan Rp 24 juta. Padahal, sebagian donatur yang kecewa memintanya untuk mengembalikan uang tersebut. “Di ATM ada Rp 24 juta,” katanya.

Para donatur merasa geram karena ternyata uang tersebut digunakan untuk membeli sejumlah barang mewah, di antaranya iPhone dan PlayStation. “Iya, ada juga yang untuk beli iphone, Playstation. Tapi saya kurang tahu Playstation 5 atau berapa,” kata perwakilan donatur, Zulfikar Akbar.

Di dalam mediasi Singgih tidak membantah ketika ditanya soal jumlah uang tersebut. Ia mengakui ada donasi yang digunakan untuk membayar pinjaman online. Ia mengaku sebenarnya uang donasi sudah dua kali lipat dari target, tapi tetap ia terima dan gunakan untuk hal lain.

“Nyarinya ya sesuai saya butuhkan, tapi begitu meledak sebetulnya saat itu juga takut, maksudnya kok sebanyak ini. Saya ingat ada utang gini, ya udah saya buat itu saja,” ujar Singgih. (don) editor : wapriandi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *